laman

Senin, 22 November 2010

Just Wanna Be With you

I got a lot of things
I have to do..
All these distractions
Our futures coming soon
We're Being pulled a hundred different directions
But whatever happens I know I've got you

Your on my mind your in my heart
It doesn't matter where we are
It'll be alright
Even if we're miles apart

All I wanna do, Is be with you be with you
There's nothing we can do Just wanna be with you
Only you
No matter where life takes us nothing can break us apart..
You know its true
I just wanna be with you

(Be with you)

You know how life can be
It changes over night
Its sunny but raining, but its alright
A friend like you..
Always makes it easy
I know that your kidding me every time.

Through every up through every down
You know I'll always be around
Through everything you can count on me..

All I wanna do, Is be with you be with you
There's nothing we can do Just wanna be with you
Only you
No matter where life takes us nothing can break us apart..
You know its true
I just wanna be with you

I just wanna be with you...

(Thanks to zoe for these lyrics)

Sabtu, 20 November 2010

Tanggung Jawab Pribadi

Setiap bayi adalah calon pribadi besar,
yang akan lebih mudah mencapai kebesarannya
jika orang tua dan lingkungannya mendukung.

Tapi, didukung atau tidak,
...kita tetap harus tumbuh membesar.

Janganlah menunggu dukungan orang lain.

Pohon asam yang tinggi dan besar itu,
dulunya adalah sebuah biji asam
yang mempertahankan kedudukannya
dengan sepenuh tenaga.

Perkembangan diri adalah tanggung jawab pribadi.

Mario Teguh

Senin, 15 November 2010

when i felt down, God give me advice from it

Adikku yang hatinya sedang tercabik,

Bisa kurasakan kepedihan hatimu
yang tak mengerti mengapa
engkau harus menerima perlakuan
...yang tak memuliakanmu itu.

Tangismu itu adalah tanda
bahwa sesungguhnya engkau
jiwa kecintaan Tuhan
yang sedang menolak perlakuan
yang tak sesuai dengan kemuliaan
dari penciptaanmu.

Engkau akan diselamatkan.

Bersabarlah. Segala sesuatu ada waktunya.

Mario Teguh

Ayah Lebih Pintar dari Anaknya ?

KapanLagi.com - Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, "Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?"

Ayahnya menjawab, "Sudah tentu!"

Dengan memutar sedikit otak, Sang bocah ingin sebuah bukti. "Siapa yang menemukan listrik yah?" tanya sang bocah tiba-tiba.

"Tentu saja Thomas Alva Edison," jawab sang kebetulan tahu.
Di tengah kebanggaannya dapat menjawab pertanyaan, sang anak langsung berkata, "Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?" (kpl/dar)

Sekali Suapan Dua Buah

Terdapat dua orang, yang satu buta dan satunya lagi bisa melihat. Mereka duduk bersama sambil makan buah kurma di malam gelap gulita. tiba-tiba si buta berkata,"Aku memang tidak dapat melihat, namun semoga Allah melaknat orang yang sekali suap menelan dua buah."

Ketika buah kurma habis, biji kurma milik si buta ternyata lebih banyak dibandingkan biji kurma milik orang yang dapat melihat. Kemudian orang yang bisa melihat itu bertanya,"Bagaimana bisa, kok biji kurma milikmu lebih banyak daripada biji kurmaku?"

Si buta menjawab,"Karena aku sekali suap menelan tiga!"

Orang yang dapat melihat bertanya,"Bukankah kamu mengatakan; semoga Allah melaknat orang yang sekali suap menelan dua buah?"

Dengan cepat si buta menjawab,"Betulm tapi aku kan tidak mengatakan tiga!"

(DR. Aidh Al-Qarni, Ibtasim)

Disiplin Akan Mengantar Kamu

Tanpa disiplin diri, kamu akan berhadapan dengan banyak hal yang mungkin tidak bisa kamu capai. Mungkin kamu bisa bergerak sebentar dengan mengandalkan semangat, kecerdasan dan hasrat.

Tetapi, cepat atau lambat kamu akan berhadapan dengan sesuatu yang tidak bisa kamu raih tanpa adanya disiplin. Kita cenderung menganggap disiplin dalam term negatif, yang bertetangga dengan kata "hukuman". Namun, sadarkah kamu bahwa satu-satunya disiplin yang negatif hanya bila hal itu dilakukan oleh orang lain kepada kamu. Disiplin diri sebaliknya adalah sepenuhnya positif dan mendukung.

kamu diberi pilihan. kamu dapat mengabaikan disiplin diri dan menunggu didisiplinkan orang lain - yang adakalanya keras dan menyakitkan. Atau mendisiplinkan diri, yang akan dibayar oleh banyak pencapaian. (Source : Motivasi_Net)

Multivitamin dari Negeri 5 Menara

Vitamin 1

"Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apapun. Tuhan sungguh Maha Mendengar. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil".

Vitamin 2

Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi di depan. Karena yang kita tuju bukanlah sekarang, tapi ada yang lebih besar dan prinsipil, yaitu menjadi manusia yang telah menemukan misinya dalam hidup".

Doa

Rosulullah saw bersabda :
“Siapa yang ingin doanya dikabulkan dalam waktu sempit, maka hendaklah ia memperbanyak doa di waktu lapang.”

Sebuah hadist, yang jika kita baca dengan hati, semoga dapat membuat kita sadar untuk mengingat Allah di manapun dan dalam keadaan apapun.

Pernahkah kita terpikir untuk memperbanyak doa di waktu lapang? Di awal bulan pas gajian saat uang kita masih banyak, saat badan kita sehat, saat kita bahagia.

Biasanya kita baru memperbanyak doa di waktu dunia menjadi sempit. Saat menjelang ujian, saat kita sakit parah, di hari pertama kalo lagi ‘dapet’, saat sedang ‘kere’, saat kita sedang kesal ma temen sekantor atau saat jodoh tak kunjung datang,.

Padahal Allah swt lebih cinta kepada kita bila selalu banyak mengingat Allah pada saat lapang. Karena biasanya orang yang mengingat Allah di waktu lapang, akan ingat pula kepada Allah di waktu sempit. Sebagai balasannya, Allahpun akan memuluskan setiap permintaan kita di waktu sempit.

Jadi, ingatlah Allah swt! Karena Dia adalah tempat meminta dan mengadu. Berdoa jauh lebih baik daripada berdiam diri dalam menghadapi permasalahan hidup. Sesulit apapun masalah yang kita hadapi, yakin saja bahwa kita tak sendiri. Ada Allah swt, Rabbul ’alamin yang menyertai kita.

Pukat

“…aku sibuk mengunyah udang goreng. Esok lusa waktu kami meninggalkan kampung, entah itu melanjutkan sekolah, tuntutan pekerjaan atau sekedar sebuah petualangan, aku baru menyadari kalau kalimat bapak benar. Ada banyak ’kebaikan-kebaikan kecil’ yang hilang satu persatu dalam hidup ini, apalagi ‘Kebaikan-kebaikan yang lebih Besar’…”

Sabtu, 13 November 2010

Let's Learn English #8

TOPIC #8

=======

Di beberapa resto , kalo ada pembeli yg baru aja dateng, serta merta waiter/waitress-nya akan teriak, "Guest coming!" Nah loh, siapa pula yg ngajarin mereka bahasa Inggris tuh?

KOREKSI:

(1) A GUEST IS COMING, atau

(2) GUESTS ARE COMING.

Let's Learn English #7

TOPIC #7

=======

"GUGUP" ~ Hampir semua orang tahu bahasa Inggrisnya apa: NERVOUS.

Cuma masalahnya, sudah benarkah pelafalan kata tsb?

Nah, kebanyakan orang kita bilangnya /nér-vès/ ["é" dibunyikan seperti bunyi "e" pada kata "enak"; "è" dibunyikan seperti bunyi "e" pada kata "emas"]. Ini salah lho, yg benar seharusnya adalah /nèr-vès/ [kedua "è" dibunyikan seperti bunyi "e" pada kata "emas"].

Let's Learn English #6

TOPIC #6

=======

"Aku tak sabar menunggu!"

Untuk ekspresi ini, kira-kira yg bener:

(1) I CAN HARDLY WAIT, atau

(2) I CAN'T HARDLY WAIT, hayo?

Jawabanya:

(1) I CAN HARDLY WAIT

Yg dipakai adalah CAN, bukan CAN'T. HARDLY sendiri artinya sama dgn ALMOST NOT (=hampir tidak). Pemakaian Double Negative (negatif ganda) tidak diizinkan dlm Bhs Inggris, karena itu CAN'T dan HARDLY tidak mungkin berada dalam kalimat yg sama.

Bonus:

I know nothing = I don't know anything.

Both have the same meaning.

Let's Learn English #5

TOPIC #5

=======



Apa bedanya ekspresi (1) UH-UH, (2) UH-HUH, dan (3) UH-OH?



‎(1) UH-UH (dibaca "a-ah")

Adalah ekspresi yg menyatakan ketidaksetujuan atau jawaban dlm bentuk negatif

Example:

A: Do you like romantic movies? (=Kamu suka film romantis nggak?)

B: Uh-uh. I won't change my mind even if you pay me a million dollar! (=Uh-uh. Aku nggak bakalan berubah pikiran meskipun kamu membayarku 1 juta dollar!)



(2) UH-HUH (dibaca "a-hah")

Adalah ekspresi yg menyatakan kesetujuan atau jawaban dlm bentuk afirmatif

Example:

A: Can you come to my birthday party on this weekend? (=Kamu bisa datang ke pesta ultahku nggak akhir pekan ini?)

B: Uh-huh. I don't have any plan to go somewhere else either. (=Uh-huh. Aku jg nggak punya rencana utk pergi ke mana-mana kok.)



(3) UH-OH (dibaca "ah-ow" ~ kita sering menyebutnya dgn "oh-ow)

Adalah ekspresi ketika sesuatu yg buruk akan terjadi

Example:

A: Look, here come Mr. Smith! (=Lihat tuh, Pak Smith menuju kemari!)

B: Uh-oh, now I'm really going to be in trouble! (=Uh-oh, aku benar-benar akan dapat masalah deh nih!)
TOPIC #4

=======

Pernah nemu dong kata AIN'T di lirik lagu atau di dialog film! Kata ini dulunya berasal dari AM NOT, namun ikut berkembang utk beberapa bentuk negatif kaya IS NOT, ARE NOT, HAS NOT, HAVE NOT, DO NOT, DOES NOT, dan DID NOT. Artinya sama aja dgn bentuk-bentuk tsb.

Example:

This food IS NOT tasty = This food AIN'T tasty.

Important note:

Eits, hindari dalam penggunaan formal ya, karena sifat AIN'T ini hanya utk kasual aja

Let's Learn English #3

TOPIC #3

=======

"You can say that again!"

Pernah dengar ekspresi ini? Tentu saja jangan diterjemahkan mentah-mentah "Kamu boleh bilang itu lagi!". Salah kalo begitu..:p Maksud ungkapan ini adalah ikut menyetujui/mengiyakan pendapat dari pembicara sebelumnya.

Example:

A: "Bali is such a beautiful island!"
B: "You can say that again!"

Let's Learn English #2

TOPIC #2

=======

Kesalahan PUALING SERING di Facebook: "Add as Friend".

Hm, apa yang aneh ya? Perhatikan:

“Add as Friend” (tambahkan sebagai teman)

Kasusnya:

A mengklik "Add as Friend" di Profile si B. Kalo si B mengklik "Confirm" dan mereka pun berteman, apa yg biasanya dikatakan si A kepada B?

- Thanks for add.

- Thanks for approve.

- Thanks for confirm.

ALL THOSE SENTENCES ARE WRONG!!

Faktanya:

A berterima kasih karena permintaannya (his/her request) utk berteman dgn B telah dikonfirmasi (has been confirmed by B).


Jadi, kalimat yg tepat seharusnya:"Thanks for confirming" (terima kasih telah mengonfirmasi)


Dalam hal ini, setelah THANKS FOR, haruslah diisi dengan kata kerja yg tepat, yaitu dgn menggunakan Verb -ing.

- Thanks for listening (terima kasih sudah mendengarkan)
- Thanks for buying (terima kasih sudah membeli)
- Thanks for watching (terima kasih sudah menonton)

That's the way! (=begitulah caranya!) ^.^

Let's Learn English #1

TOPIC #1

=======

Bahasa Inggris itu sebenarnya jauh lebih mudah bila kita senantiasa sadar lho, sebab bila pengguna kurang sadar atau malah tidak sadar, ia justru membuat bahasanya itu jauh lebih buruk. Mau tahu beberapa contohnya?

(1) Udah baca POSTING-an saya di Wall kamu belum?

- To post: mengirim (surat, komentar, dsb)
- Posting: sedang mengirimkan (inget, ini V-ing, berarti aktivitasnya SEDANG terjadi)
- Posting-an: ???

Yang benar: "Post" (sebagai Noun) mengganti "posting"

Contoh lain yang serupa dgn kasus di atas:

(2) Saya main game buat KILLING the time.

(3) Ngantuk banget nih. SLEEPING dulu ya.

(4) Sip lah. Kalo ada apa2, tinggal CALLING-CALLING aja ya! => satu aja udah salah, apalagi dua!!! :D

Satu lagi nih, buat penutup, di luar kasus dgn V-ing:

(5) Yuk, LET'S WE go!
- "Let's" itu kependekan dari "let us" (=yuk/mari). "us" adalah "kami" dalam bentuk objek
- Let "us we" go!: Mari "kami kami" pergi! (???)

Yang benar: "Let's go" aja, hilangkan "we"-nya

Pesan Tersirat di Balik Pesona Idul Adha

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
"Selamat datang wahai Idul Adha" apakah hanya kata itulah yang sanggup kita bahasakan untuk menyambut hari raya Idul adha? Apakah hanya itu?, Padahal seabrek hikmah yang terkandung di dalamnya, apakah kita hanya melewatinya saja atau hanya sekedar mengatahui atau yang lebih menakutkan lagi adalah tidak mengerti hikmah yang terkandung di dalamnya?, ya.. Tuhan seberapa besarkah pengetahuanku tentang agama-Mu yang Rahmatan lil 'alamin ini, padahal engkau telah memberikan ilmu kepada seluruh manusia dari mulai Nabi Adam as. hingga manusia yang menemui hari akhirat itu pun hanya setetes dari samudra ilmu-Mu, lalu di manakah letak ilmuku? Ampunkan lah aku ya Allah, aku terlalu sombong.

Mungkin itulah yang menjadi seonggok perasaan yang terbersit di dalam hati kita ketika hanya mengetahui Idul Adha sebagai hari raya, hari berpesta, hari hura-hura, atau hari yang lainnya. Tidak demikian wahai anak cucu Adam, tidak sama sekali! tetapi hari yang penuh dengan hikmah, yaitu di saat pengorbanan adalah utama, di saat dimuliakannya manusia, dan di saat pengabdian bagi seorang yang benar-benar hamba, lalu di saat manakah kita sudah mendapatkannya? Apakah kita mendapatkan ketiga-tiganya, atau hanya satu saja, atau bahkan tidak sama sekali? jangan sampai penantian selama satu tahun sia-sia, tanpa adanya pengorbanan, pemuliaan, dan penghambaan.

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Ingatkah engkau wahai saudaraku, ketika Allah menyuruh Nabi Ibrahim as. menyembelih anaknya yang sangat di cintainya yaitu Nabi Ismail as. melalui mimpinya "Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik"? Ingatkah wahai kawanku ketika Nabi Ibrahim as. menyampaikannya kepada Nabi Ismail as. perihal perintah Allah SWT. untuk menyembelihnya "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!"? Ingatkah wahai sahabatku ketika Nabi Ismail as. menjawab dengan hati yang penuh dengan kebijaksanaan dan kesabaran "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar"

Telah terbayanglah bagaimana pengorbanan Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. adalah pengabdian yang telah mencakup tiga pesona baik pengorbanan, pemuliaan, dan penghambaan. Pertama pesona pengorbanan, di mana Nabi Ibrahim as. hendak menyembelih anaknya yang sangat di cintainya bahkan anak yang sangat di tunggu kedatangannya "Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar", tetapi ketika sudah tumbuh dewasa Allah memerintahkan untuk menyembelihnya "Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu?". Coba kita bayangkan ketika kita berada seperti Nabi Ibrahim as. Dan Nabi Ismail as., apakah yang kita lakukan? Coba pikirkanlah sejenak.

Kedua pesona pemuliaan, di mana Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. menjalankan perintah Allah SWT. walaupun itu sangat berat sekali, oleh karena Allah SWT. adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang maka Allah SWT. berfirman: "Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. (yaitu) "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim"" begitulah Allah SWT. menguji dan memuliakan seorang yang benar-benar shalih, karena semakin kuat Iman seseorang maka ujian pun semakin kuat, bukan kah Allah SWT. memberikan ujian sesuai dengan kemampuan seseorang. Iman itu bagaikan sebuah pohon, ketika pohon itu masih tunas maka angin yang berhembus pun kecil, tetapi ketika pohon itu semakin menjulang tinggi maka angin semakin kencang menerpanya, lalu apakah pohon itu kuat menahan terpaan angin tersebut atau sebaliknya, roboh tanpa berarti. Begitulah kiasan iman seseorang.

Ketiga pesona penghambaan, penghambaan Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. adalah penghambaan yang benar-benar hamba, karena sebagai seoarang hamba haruslah menjalankan perintah majikannya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, begitulah hal yang tercermin dari kedua hamba Allah SWT. yang sangat taat ini. Ketika penghambaan itu benar-benar mencapai puncaknya maka akan datanglah kenikmatan kasih sayang Allah SWT. kepada hambanya "Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim. sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar"

Dari ketiga pesona di atas lah maka peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya kurban yang dilakukan pada hari Raya Haji. Bukan menyembelih manusia tetapi menyembelih hewan kurban seperti domba, Sapi, Unta atau sejenisnya. Tiada kata yang terucap di alat indra pengecap sebuah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. atas segala rahmat dan inayah-Nya. Masya Allah, walhamdulillah.

Oleh karena itu sudah selayaknya lah kita sebagai seorang yang benar-benar hamba Allah SWT. untuk berkurban demi kemakmuran dan kejayaan Islam, dan hal ini pun akan mengikat perasaan di antara kaum Muslimin untuk saling memberi dan saling membantu agar terciptalah hubungan horizontal yang indah dan penuh dengan kebahagiaan.

Tiada kata untuk tidak berkurban, walaupun belum bisa berkurban dalam artian menyembelih hewan kurban, tetapi alangkah indahnya jika kita berkurban dalam artian yang berbeda yaitu berkurban jiwa, harta, dan waktu demi agama yang mulia ini, yaitu agama Islam. Wallahu 'Alam.

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Jumat, 12 November 2010

Sebiru Hari Ini

Sebiru Hari Ini

Birunya Bagai Langit Terang Benderang

Sebiru Hari Kita Bersama Disini...



Seindah Hari Ini,

Indahnya Bak Permadani Taman Surga

Seindah Hati Kita Walau Kita Kan Berpisah...



Bukankah Hati Kita Tlah Lama Menyatu

Dalam Tali Kasih Persahabatan Ilahi

Pegang Erat Tangan Kita Terakhir Kalinya

Hapus Air Mata Meski Kita Kan Berpisah...



Selamat Jalan Teman

Tetaplah Berjuang!!!

Semoga Kita Bertemu Lagi

Kenang Masa Indah Kita Sebiru Hari Ini...





Dedicated to D.A.D.U :)

121110

When we judge something,

we are actually contributing to it.

When we take a fighting stance against it,

we are in a negative energy;

when we accept others views with respect,

even if we disagree,

our energy is positive and can usher in a light that will create miracles



~Sherri Lane ("Setting God Free")-ak-

Hating War = No Peace

You do not get peace by hating war



you get peace by loving peace



If you hate war



you are only REINFORCING the HATE that comes from war



if you LOVE peace



you will BE peace ACT peace



you will be the REALITY of peace



SPEAKING peace



NOT speaking against war



It will be POSITIVE action



NOT a NEGATIVE denunciation



that would only REINFORCE the negative energy of the war



- 'Bashar' -j-

Chicken Soup 111110

MELANGKAH ITU INDAH,

NAMUN MENCARI ARAH YANG TERKADANG PAYAH.

MENCARI JALAN ITU MUDAH,

tAPI MENUJU NOKTAH PASTI MENDATANGKAN LELAH.

PADA INTINYA MENJAGA ISTIQOMAH PALING SUSAH.

NAMUN ALLAH SANGAT PAHAM,

ALLAH TIDAK MEMINTA MANUSIA MENJADI YG TERBAIK,

TAPI PERLU MELAKUKAN YG TERBAIK,

MELETAKKAN KEYAKINAN N SANDARAN PENUH

KE...PADA-NYA.

SETELAH ITU ALLAH MENGURUS YANG SELEBIHNYA, AGAR YG TERBAIK MENJADI MILIK MANUSIA.



RKI

Rabu, 03 November 2010

Bila......

♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Bila waktu telah memanggil.

Teman sejati hanyalah amal.

Bila waktu telah terhenti.

Teman sejati tinggallah sepi.

Masih Ingatkan sepenggal syair lagu “Bila Waktu Tlah Berakhir” , Opick a2n – 2005 ????


RENUNGAN BUAT KITA SEMUA

Ada yang terus mengintaiku, mengikuti gerak langkahku setiap saat, menungguku untuk sebuah pertemuan yang dinanti. Dia selalu mengawasiku setiap waktu. Jika aku berada di depan, maka dia pasti ada di belakangku. Jika aku berada di samping kanan, maka dia berada di samping kiriku. Jika aku di atas , dia pasti ada di bawah. Siapakah gerangan ?


Dialah “Kematian”, “kematian” banyak hal yang melintasi pikiranku saat aku menyebutnya. Semua pasti akan mati, semua pasti akan mengalami sekarat, dan semua yang hidup pasti akan bertemu dengannya tak dapat kusanggah. Saat menjelang kematian dalam kehidupan manusia terdahulu adalah saat yang pasti aku lalui juga.


Demi Alloh, dia pasti akan datang kepadaku. Demi Alloh dia pasti akan menegukku. Sama seperti raja-raja di istana megah itu, seperti pemimpin – pemimpin bangsa di masa lalu. Seperti orang-orang kaya yang setiap harinya kelihatan “bahagia” (jika mereka mati, masihkah “bahagia”?), atau mereka yang fakir yang setiap harinya bergumul dalam penderitaan, atau orang-orang miskin yang terus meratapi segala kekurangannya, atau para hamba sahaya yang tiada sekejappun orang memandangnya. Mereka semua telah merasakan kematian. Mereka semua telah bertemu dengan kematian.


Bila mati, bila manusia mati,maka sudah tak ada lagi yang bisa dibangga-banggakan. Seorang yang cerdik sekalipun, kecerdikannya tak akan bisa melarikan dirinya dari peristiwa kematian. Bila mati, maka semua strategi para ilmuan dan tokoh jenius itu pasti akan patah. Bila mati, semua kekuatan orang-orang yang berkuasa itu akan binasa. Bila mati, bangunan yang tinggi menjulang, istana-istana megah dunia, atau gedung pencakar langit yang kokoh akan runtuh seketika. Kematian juga yang telah meruntuhkan bangunan orang-orang kaya itu.



Suatu kali aku bertanya pada diriku sendiri, bila mati, bagaimana bila aku mati ? Ah … selama ini aku memang tidak tahu kapan dia akan datang bertamu, karena dia tidak pernah membuat janji sebelumnya denganku. Namun, bagaimana kalau dia tanpa diduga tiba-riba datang kepadaku ? Menegukku, membuatku sekarat ? Bagaimana ?


Bila mati, bila aku mati, itu berarti aku harus rela ditinggal sendiri. Ibu, bapak, saudara –saudaraku, mereka semua pergi. Sahabat-sahabat dekat yang selama ini menjadi tempat curahan hati, tetangga-tetangga yang suka mengantarkan makanannya kepadaku, mereka hanya berlalu dan pergi meninggalkanku. Apalagi hasil jerih payahku mengais rezeki hari demi hari sekepingpun tak dapat menolongku lagi. Apa yang terjadi ? Saat itu aku pasti akan sendirian, dalam gelap gulita diselimuti sepi, mencekam, mati.


Bila mati, yang ada dalam gambaranku adalah suatu peristiwa yang amat penting bagi yang hidup. Aku tidak tahu bagaimana rasanya bila nanti seolah olah ada sebuah gunung yang kokoh lagi menjulang tinggi berada di atas dadaku, menahanku, menghilangkan kesempatanku untuk menghirup udara dunia, mungkin jika bisa, itupun seakan-akan aku bernafas di sebuah lubang jarum. Bernafas di sebuah lubang jarum ? Pergulatan macam apa itu ? Atau seumpama aku sedang dipukuli dengan sebuah dahan pohon yang penuh duri lagi tajam, kemudian duri-duri itu menancap di semua urat-uratku. Lantas, lantas dahan tersebut ditarik, sehingga setiap urat dalam tubuhku juga ikut tertarik, menyisakan kepedihan dan sakit yang luar biasa. Demi Alloh, apakah nanti lebih perih dari yang sekedar aku bayangkan ?


Bila mati, bila aku mati, maka akan ada sesuatu yang menampakkan wajahnya padaku. Dialah Izroil, Sang Malaikat Maut yang akan turun dari penjuru langit untuk menjemputku. Namun, apakah nanti dia akan menampakkan rupanya dengan wajah penuh keramahan dan kehangatan ataukah sebaliknya ? Bisa jadi nanti dia datang dengan wajah garang tanpa belas kasihan. Bagaimana nanti ? Ketika dadaku menyempit, nafasku tersengal-sengal, sampai ke tenggorokan, tubuhku kaku sulit digerakkan. Saat itulah dia menunaikan tugasnya, memisahkan ruh dan jasadku. Menuntaskan episode akhir dari sebuah perjalanan hidupku di dunia ini. Itu pasti akan terjadi, nanti, bila aku mati.


Kemudian, bila mati, bila aku mati, orang-orang akan membaringkanku, memandikanku, menyolatiku, mengafani tubuhku yang kaku, menggotongku dan menimbunkanku di dalam sebuah ruang sempit, gelap, senyap dan sunyi. Detik-detik saat aku dibaringkan dalam liang kubur itulah yang akan menjadi awal babak baruku menuju fase berikutnya setelah kematian, yakni mengarungi alam kubur. Tak ada pagi, siang ataupun malam hari, karena semuanya sama jika sudah masuk ke dalam, terpendam berkalang tanah. Oh .. adakah tempat yang lebih jauh dari tempat itu ? Adakah ? Adakah tempat yang lebih sunyi ? Adakah ? Gelapkah, pasti tidak ada kegelapan yang lebih gelap dari tempat itu. Semua kelezatan yang pernah aku rasakan ketika aku hidup, mungkinkah akan berganti menjadi rasa pahit yang luar biasa ?


Siapa yang akan peduli jika aku tercekam ketakutan ? Siapa ? Gelap… gelap… Adakah cahaya… adakah ? Siapa yang akan memberikan aku cahaya untuk menerangi kegelapanku di sana ? Siapa? Tiadakah aku punya sesuatu yang berarti? Apakah amalku, amalku yang sedikit tersisa nanti akan mampu menolongku, menemani dalam kesendirianku di sana ?


Bila mati, bila aku mati, oh… aku ini memang bukan seorang ‘alim yang pasti airmatanya meleleh jika membayangkan malam pertama di dalam kubur, bukan pula seorang ahli hikmah yang mengeluhkan pedihnya dijerat kematian, atau seorang penyair yang menerjemahkan tangisannya dalam bait-bait kematian penggugah keharuan. Aku hanya manusia biasa, terlalu biasa untuk mengingat kematian. Aku masih tenggelam dalam carut marut dunia yang aslinya fana ini. Terlalu sedikit waktuku untuk mengingatnya, apakah memang waktunya yang sedikit ataukah dunia ini yang membuatku sedikit untuk mengingatnya ?


Mati, bila mati, bila aku mati, saat ini aku memang belum mati. Tapi seharusnya aku tidak boleh takut mati. Karena, setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Semestinya aku harus mengingatnya setiap hari, berbenah diri, memelihara waktuku, usia kehidupanku sekarang dan melakukan persiapan yang baik untuk kedatangannya. Ah… dia memang tidak pernah membuat janji padaku sebelumnya. Namun, mungkin saja dia akan datang pada saat-saat dimana aku tidak menduga sama sekali.


Dia masih memperhatikanku…

Terus mengintaiku……

Mengawasi gerak-gerikku ……

Menungguku……

Untuk sebuah waktu yang telah ditentukan………


“Ya Alloh, Yang Maha Mematikan, perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusanku, perbaikilah duniaku yang merupakan tempat hidupku, perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku. Dan jadikanlah kehidupanku sebagai penambah kebaikan bagiku serta jadikan “KEMATIANKU” sebagai istirahatku dari segala keburukan.


“Allohumma a’inni ‘ala sakarootil mauuut….. Allohumma hawwin ‘alayya sakarootil mauuut….. Laa ilaha illalloh inna lilmauti la sakarooti…..”

“Ya Alloh bantulah aku dalam menghadapi sakaratul maut Ya Alloh, mudahkanlah sakaratul maut padaku. Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Alloh Sesungguhnya kematian itu memiliki saat – saat sekarat.."


taken from RKI